Hallo teman-teman.
Perkenalkan saya Inu Subekti,
Pendidikan Matematika UNY 2017. Pada kesempatan ini saya akan berbagi informasi
mengenai etnomatematika, sebagai tugas mata kuliah Etnomatematika dengan dosen
pengampu Bapak Prof.Dr.Marsigit.MA dan Ibu Anggit Reviana Dewi Agustiyani S.Pd,
M.Pd.
Etnomatematika merupakan suatu
metode pembelajaran yakni dengan mengaitkan pelajaran matematika dengan budaya.
Matematika sendiri menurut Prof.Dr.Marsigit.MA, matematika disekolah merupakan
suatu kegiatan/aktivitas. Matematika juga merupakan pencarian sebuah pola dan
hubungan, pemecahan suatu maslah, serta komunikasi(Ebbut,Straker, 1995).
Etnomatematika ini diharapkan
mampu menjadi terobosan baru, sehingga pelajaran matematika khususnya SD SMP
bisa lebih menarik dihadapan siswa. Sebab etnomatematika menggunakan pendekatan
kontekstual atau berdasar konteks yang nyata dan ada di sekitar kita. Dengan
etnomatematika diharapkan mampu menarik perhatian dengan pembelajaran dari
model-model matematika yang konkret menuju model yang abstrak.
Contoh pemanfaatan
etnomatematika untuk pembelajaran matematika yakni Bedug Pendowo.
Sumber : www.goodnewsfromindonesia.id
Sumber : www.goodnewsfromindonesia.id
Bedug Pendowo merupakan bedug
yang berada di Masjid Agung Darul Muttaqin Purworejo. Bedug ini menyimpan
banyak sejarah, yang konon merupakan bedug terbesar didunia, sebab bedug ini
dibuat dari pohon beringin bercabang 5 yang konon dikatakan sebagai pohon
keramat. Pohon ini diambil dari sebuah padukuhan Pendowo di Desa Bragolan,
Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo. Sementara untuk bagian tabuhannya
terbuat dari kulit banteng. Dikatakan bedug terbesar sebab bedug ini dibuat
tanpa sambungan atau utuh satu pohon. Bedug ini dikelilingi oleh pagar dari
kayu dengan tinggi kurang lebih 1 meter.
Sumber : www.goodnewsfromindonesia.id
1. Dari
penampang bedug dapat digunakan untuk mempelajari konsep bangun datar yakni lingkaran,
melalui masalah nyata.
2. Dari
bentuk pagar kayu di sekeliling bedug dapat digunakan untuk mempelajari konsep
bangun datar yakni segitiga, persegi, belah ketupat, melalui
masalah nyata.
3. Mencari
luas permukaan dan volume bedug dengan pendekatan luas permukaan dan volume
tabung.









Wahh saya dulu pernah kesana lihat bedug Pendowo
ReplyDeleteTidak bisa jauh-jauh dari Matematika heuu:"
ReplyDeleteYa mbak. Gak berani jauh2,takut kangen wkwk
DeleteJoss mantap 👍👍
ReplyDeleteMatur nuwun
DeleteCoba mas dicari klo pantek bedungnya itu apakah ada pola bilangannya
ReplyDeleteSiap kang
DeleteMantap sekali om
ReplyDeleteAlhamdulillah
DeletePengen deh jadi mahasiswa pen. Mtk juga :)
ReplyDeleteMatematika menyenangkan emang kok
Delete